Kegagalan Proyek Perangkat Lunak
Mengapa Mengerjakan proyek perangkat lunak jauh lebih bermasalah dibandingkan dengan proyek rekayasa lain nya ?
Saat ini, sebagian besar bisnis sangat bergantung pada software untuk operasi sehari-hari, baik secara internal maupun eksternal yang berhubungan dengan pelanggan. Akibatnya, menjadi semakin jelas bahwa kegagalan perangkat lunak sedang meningkat dan berdampak besar pada organisasi global. Sebagian besar proyek perangkat lunak gagal total atau kegagalan parsial karena sejumlah kecil proyek memenuhi semua persyaratan mereka. Persyaratan ini bisa menjadi tujuan biaya, jadwal, kualitas, atau persyaratan. Menurut banyak penelitian, tingkat kegagalan proyek perangkat lunak adalah antara 50% – 80%.
Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, seperti faktor alam, faktor tenaga kerja, lokasi, material, koordinasi, administrasi dan lain-lain. Faktor-faktor tersebut dapat menjadi permasalahan atau kendala yang menyebabkan tidak lancarnya pelaksanaan proyek konstruksi. Padahal proyek konstruksi harus memenuhi tiga criteria yaitu mutu, biaya, dan waktu (triple constraint) sesuai dengan yang telah ditetapkan.Oleh karena itu, semua pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi gedung (owner, konsultan, kontraktor) harus mengetahui faktor-faktor penyebab kendala selama pelaksanaan proyek konstruksi gedung. Dengan diketahuinya faktor-faktor ini, semua pihak yang terlibat dapat menentukan solusi/strategi apa yang harus dilakukan untuk menangani masalah yang timbul di lapangan selama pelaksanaan proyek konstruksi. Dengan diketahui dari awal, dapat diantisipasi sedini mungkin semua kendala/permasalahan yang timbul, dan tidak akan ada pihak yang dirugikan
Sumber
https://ejournal2.pnp.ac.id/index.php/jirs/article/view/129
https://videoconferenceid.com/penyebab-kegagalan-proyek-perangkat-lunak/
https://media.neliti.com/media/publications/146292-ID-rekayasa-resiko-pengembangan-perangkat-l.pdf
https://proxsisgroup.com/kegagalan-perangkat-lunak-software/
Komentar
Posting Komentar